Poem bermakna puisi, dan Muse berarti musik. Dalam Poemuse, musik dan puisi tak dapat dipisahkan dan memiliki kedudukan setara. Secara khusus, Poemuse menampilkan karya-karya penyair dan musisi berkebangsaan Indonesia. Dibentuk oleh seniman-seniman dengan latar belakang berbeda yang terdiri dari penyanyi sopran dan tenor, pianis, dan penari.

Dalam setiap penampilan, Poemuse selalu menghadirkan empat pemain utama. Pertunjukan pertama dan kedua diselenggarakan di Bandung dan pada Mei 2017 mendapat kesempatan tampil dalam Makassar International Writers Festival 2017 di panggung Fort Rotterdam, Makassar.

Poemuse pertama kali diadakan pada 7 Agustus 2016, di auditorium Institut Francais Indonesia, Bandung. Karya-karya yang dibawakan berasal dari puisi karya Sapardi Djoko Damono, Sanusi Pane, Chairil Anwar dan penyair lainnya, yang digubah menjadi musik oleh beberapa komposer ternama seperti Ananda Sukarlan, Mochtar Embut, RAJ Soedjasmin dll. Pertunjukan perdana Poemuse mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan.

Poemuse digagas oleh Adrian Benn. Mulanya dirancang sebagai sebuah pertunjukan perpisahan oleh Adrian yang waktu itu akan berangkat ke Stockholm untuk menempuh studi master dalam bidang musik dan teknologi. Pada perjalanannya, Poemuse kemudian hadir dengan motivasi untuk keluar dari rutinitas berkesenian. Yakni keinginan untuk menampilkan pertunjukan-pertunjukan yang berbeda dari yang biasanya dilakukan oleh masing-masing personel. Terutama mengangkat dan menciptakan perpaduan pertunjukan yang bahan-bahan utamanya berasal dari puisi dan musik karya komposer Indonesia.

Poemuse percaya bahwa musik dan sastra dapat digubah ke dalam bentuk-bentuk baru yang belum, atau kurang, dieksplorasi oleh para kreator di Indonesia. Musikalisasi puisi hanya salah satu bentuk yang kadung populer, namun ruang-ruang eksplorasi masih sangat banyak. Agregasi antara musik dan puisi sendiri sudah memberikan banyak kemungkinan, apalagi jika diperkaya bentuk seni yang lain. Mengakomodasi seni tari, sastra, musik, seni peran, seni rupa hingga multimedia, kami percaya, akan memunculkan ruang-ruang ekplorasi yang tidak hanya meluas namun juga tak terbatas.

Dalam proses pengolahan karya, Poemuse bekerjasama dengan banyak pihak dalam ranah seni pertunjukan.